oleh

7 Jenis Penyakit Cupang dan Cara Mengobatinya

Bisnislampung.com, Bandarlampung – Tips kali ini Bisnis Lampung akan membahas 7 Jenis Penyakit ikan cupang dan cara mengatasinya.

Siapa yang tak kesal apabila ikan cupang yang selama ini sehat tiba-tiba terserang berbagai penyakit.

Munculnya berbagai penyakit ini disebabkan oleh berbagai faktor yang bisa berasal dari air, pakan, dan virus, serta jamur yang berkembang.

Kurangnya kebersihan air dan telah terkontaminasinya pakan menjadi salah satu penyebab munculnya berbagai macam penyakit ikan cupang kesayangan anda.

Berikut beberapa macam penyakit ikan cupang dan tips mengobatinya :

1. Infeksi Jamur Kulit

Infeksi jamur kulit ini dapat dilihat dengan munculnya bercak putih pada sirip ikan. Bentuknya seperti gumpalan kapas. Jika sudah terkena penyakit ini, biasanya berdampak pada menurunnya nafsu makan cupang, cupang cenderung pasif, dan dalam beberapa kasus warnanya ikut memudar. Penyebabnya adalah air akuarium yang kotor terkadang lupa untuk dibersihkan.

Tenang, untuk mengobati ikan cupang kesayanganmu, segera ganti air secara menyeluruh dan lakukan karantina pada cupang. Kemudian tambahkan obat biru pada air yang baru. Selain obat biru, air rendaman ketapang juga bisa menjadi alternatif. Selama karantina upayakan rutin untuk mengganti air sehari sekali.

2. Bintik Putih (White Spot)

White Spot atau Bintik Putih ini menyerang sisik ikan dan gampang sekali menular kepada ikan lainnya. Air yang kotor dan pakan yang tidak bersih biasanya akan menimbulkan gejala bintik-bintik putih pada sisik ikan.

BACA JUGA :  5 Ciri Modus Penipuan Online Shop di Instagram

Jika sudah terkena penyakit ini, nafsu makan cupang ikut berkurang, warnanya terlihat sedikit pucat, serta sirip dan ekornya menguncup. Dalam beberapa kasus, cupang menabrakkan dirinya ke dinding akuarium karena rasa gatal di tubuhnya.

Apabila cupangmu mulai mengalami gejala ini, segera karantina cupang ke tempat yang baru dan bersih. Bersihkan akuarium dan segera ganti airnya. Kemudian tambahkan obat biru dan garam pada air yang baru. Agar penyembuhan semakin cepat, biasakan ikan terkena sinar matahari pagi sekitar pukul 07:00. Tak perlu lama-lama cukup 5 menit sampai 10 menit selama 7 hari.

Tonton Juga : Cara Budidaya Ikan Cupang

3. Bintik Emas/Karatan (Velvet)

Velvet atau bintik emas (karatan) ini ditandai dengan munculnya bintik-bintik berwarna emas cenderung gelap seperti karat pada tubuh cupang. Cupang juga akan semakin pasif, dan warnanya menjadi pucat, siripnya menguncup, serta nafsu makan juga menurun. Penyebab penyakit ini kurang lebih sama dengan penyakit sebelumnya, yaitu air yang tidak bersih dan kualitas pakan yang terkontaminasi.

Jika menemui ciri-ciri seperti ini, ayo lakukan karantina. Bersihkan akuarium, ganti air menyeluruh, beri garam ikan, dan tambahkan obat biru atau air rendaman Ketapang. Lakukan pengobatan setiap tiga hari sekali sampai velvet tersebut menghilang.

BACA JUGA :  Trending Google, Rumah Tangga Presenter Dita Fakhrana Goyah

4. Sirip Busuk (Fin Rot)

Fin Rot atau Busuk Sirip adalah munculnya warna kemerahan pada sirip cupang, sirip sobek dan rontok. Ikan cupang akan berwarna lebih pucat, bahkan jika dibiarkan badan ikan ikut membusuk, kamu perlu waspada. Penyakit ini disebabkan bakteri yang muncul akibat kualitas dan kebersihan air yang buruk.

Pengobatannya dapat dilakukan dengan mengarantina ikan, membersihkan akuarium, dan mengganti air baru. Kemudian tambahkan antibiotic, garam khusus ikan dan tak lupa rendaman daun ketapang. Apabila sukses, nantinya sirip cupang akan tumbuh kembali.

5. Mata Bengkak (Pop Eye)

Hati-hati bila terkena penyakit Pop Eye atau mata bengkak. Dalam kondisi terparahnya, cupang anda akan lebih sulit untuk diobati.
Mata ikan akan membengkak dan nyaris keluar seperti ikan mas koki. Gejalanya pun hampir sama apabila penyakit ini sudah terjangkit. Cupang cenderung pasif, sirip menguncup, hingga warna perlahan memuda, dan nafsu makan pun akan berkurang.

Bahanyanya, bakteri penyebab Pop Eye ini bisa menular pada ikan lainnya. Segera lakukan karantina dan memberikan antibiotic khusus ikan dan garam ikan. Jangan lupa selalu ganti air setiap tiga hari sekali dengan melakukan pengobatan yang sama hingga ikan kembali sembuh.

6. Berak Putih

Ikan cupang ternyata bisa mencret juga lho. Biasanya ditandai dengan kotoran berwarna putih. Bentuk kotorannya pun biasanya menggumpal dan memanjang. Ikan akan tidak nafsu makan, tidak aktif, dan terlihat pucat.

BACA JUGA :  Ternyata Akun WhatsApp Bisa Dihapus, Ini Caranya

Penyakit ini disebabkan oleh parasit seperti cacing nematoda yaitu Ascaris Lumbricoides. Jika menunjukkan gejala demikian, segera bersihkan akuarium secara keseluruhan, ganti air lalu tambahkan garam ikan.  lebih baik lagi jika ditambahkan obat cacing khusus ikan seperti Acryflavine, Verminox, atau Worm X.

7. Sisik Nanas (Dropsy)

Penyakit ini adalah penyakit ikan paling menular. Perut ikan yang terkena penyakit ini akan membengkak karena tidak bisa buang kotoran.

Dalam kasus khusus, pembengkakan akan menyerupai ikan buntal. Selain itu sisik mulai mengembang seperti kulit nanas.

Segeralah karantina ikan cupang anda. Buang airnya dan bersihkan aquarium anda.  Jangan lupa ganti air secara berkala setiap tiga hari sekali. Tambahkan antibiotik khusus ikan dan garam ikan atau air daun ketapang pada saat pergantian air.

Inti dari segala penyebab berbagai macam penyakit adalah berasal dari air yang tidak bersih dan pakan yang telah terkontaminasi. Oleh sebab itu, rajin-rajinlah membersihkan dan mengganti air secara berkala, karena itulah salah satu kuncinya.

Pengobatan ikan cupang relarif murah apabila menggunakan garam ikan dan rendaman daun ketapang.

Selamat mencoba, semoga ikan cupang anda kembali sehat kembali dan aktif seperti sediakala.

Tonton Juga : Kisah Sukses Budidaya Cupang

Diolah dari berbagai sumber media

addgoogle

Komentar