oleh

Gubernur Mirza Tampil dengan Hanuang Bani, Simbol Gagah dan Berani Mengangkat Marwah Budaya Lampung

Bisnislampung.com – Penampilan Gubernur Lampung dengan mengenakan Hanuang Bani menjadi salah satu momen yang mencuri perhatian ribuan masyarakat dalam rangkaian Festival Krakatau XXV di kawasan Tugu Adipura, Bandar Lampung.

Dengan balutan busana adat dan Hanuang Bani di kepala, Gubernur tampil gagah sekaligus menunjukkan pesan kuat tentang keberpihakan terhadap pelestarian dan pengembangan budaya Lampung.

BACA JUGA :  Wagub Chusnunia Jadikan 2022 sebagai Tahun Reborn Pariwisata Lampung

Hanuang Bani bukan sekadar aksesori dalam busana adat. Dalam tradisi Lampung Saibatin, kikat tersebut memiliki nilai simbolik yang berkaitan dengan keberanian, keteguhan dan tanggung jawab.

Karena itu, penggunaannya dalam sebuah momentum besar kebudayaan memiliki makna tersendiri: bahwa budaya tidak hanya dipertontonkan, tetapi juga harus ditempatkan sebagai bagian penting dari identitas dan karakter daerah.

BACA JUGA :  Ngobrol Dekat Petani, Wagub Jihan Janji Bentuk Tim Fasilitasi Agraria

Budaya Diangkat Menjadi Kekuatan Daerah

Festival Krakatau XXV menjadi salah satu ruang bagi Pemerintah Provinsi Lampung untuk memperlihatkan bahwa pembangunan daerah tidak semata-mata berbicara mengenai infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga menyangkut bagaimana identitas budaya dijaga dan diwariskan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *