oleh

Kunker: DPRD Lampung Kebut Pansus Penyertaan Penambahan Modal Bank Lampung

Bisnislampung.com – Kerja cepat, dan tepat. Berikut sistem yang dipakai oleh Panitia Khusus (Pansus) Penyertaan Penambahan Modal (PPM) Bank Lampung. Hal tersebut diungkapkan Ketua Pansus (PPM), Ikhwan Fadil Ibrahim disela kegiatan, Rabu (28/09/2022).

“Kunjungan kami dari tim Pansus PPM ke Bank DKI Jakarta, untuk berkinsultasi, sekaligus mempelajari cara kerja dari Bank Daerah, bagaimana cara meningkatkan PAD di Provinsi Lampung,” kata Ikhwan Fadil Ibrahim.

Lebih lanjut Daing sapaan akrabnya menuturkan bahwa, sistem kerja cepat yang dipakai oleh tim pansus merupakan upaya dan komitmen kami untuk segera mungkin menyelesaikan tugas serta kewajiban yang di amanahkan.

BACA JUGA :  Fraksi PKS DPRD Lampung Tolak 5 Raperda Pemprov, Ini Penjelasannya

“Tujuan akhir kami ke Bank DKI ini, bagaimana PAD Lampung kedepan bisa terus naik, dengan memfungksikan Bank Daerah yang ada,” ujarnya.

Kenapa demikian, kata Ketua Komisi III DPRD Lampung itu. Di provinsi Lampung banyak sejumlah BUMD, UMKM dan sejenisnya yang bisa di koneksikan dengan Bank Daerah. Artinya, ketika koordinasi serta kerjasama terbangun, dengan melibatkan Bank Daerah, hasilnya berdampak pada PAD yang meningkat.

Tidak bisa dipungkiri, Bank DKI memiliki konsep kerja yang baik. Sehingga, mampu berdampak pada PAD DKI yanh cukup baik. Nah, konsep itu perlu kami contoh,” tegasnya.

BACA JUGA :  Komisi V DPRD Lampung Warning Soal Keamanan RSUDAM

Lebih lanjut Daing menuturkan bahwa, apa yang didapat pada kegiatan Kunker di Bank DKI, akan dibawa ke Provinsi Lampung untuk kemudian di adopsi dan dipakai.

Sebab, saat ini ada Peraturan OJK no 12 tahun 2020, tetang aturan konsolidasi yang mewajibkan Bank Daerah untuk memenuhi modal paling sedikit 3 Triliun paling lambat Agustus 2024.

“Nah, bukan hanya itu. Ada juga Perda yang lama tentang penyertaan modal, yang masih menjumlai sejumlah persoalan. Artinya, dengan kondisi yang ada saat ini, dibutuhkan Perda serta aturan baru, agar dapat mencapai target 3 triliun tersebut,” ujarnya.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Lampung Resmikan Rehabilitasi Gedung STAI Al-Maarif

Karena, dari hasil pantauan Komisi III dan badan anggaran. Kondisi terkini, Bank Lampung hanya mampu memiliki modal 500 miliar. “Nah, kami punya mimpi dan keinginan, Bank Lampung yang merupakan Bank Kebanggaan kami, bisa sama dengan Bank daerah lain, khususnya Bank DKI,” tegasnya.

Untuk diketahui, kehadiran tim Pansus penyertaan penambahan modal bank Lampung di bank DKI Jakarta. Diterima langsung oleh Direktur Utama Bank DKI Jakarta, Fidri Arnaldy.(*)

addgoogle

Komentar