oleh

30 Tahun Tak Tersentuh Pembangunan, Gubernur Mirza Percepat Perbaikan Jalan Gedong Aji–Umbul Mesir

Bisnis Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau rencana perbaikan ruas jalan Gedong Aji–Umbul Mesir di Kecamatan Rawa Pitu, Kabupaten Tulang Bawang, Selasa (3/3/2026).

Ruas jalan sepanjang sekitar 31 kilometer yang telah puluhan tahun dinantikan masyarakat itu mulai ditangani tahun ini. Pada tahap awal, Pemerintah Provinsi Lampung memfokuskan perbaikan sepanjang 13,5 kilometer di wilayah Rawa Pitu.
Gubernur Mirza menegaskan, proyek tersebut telah masuk dalam perencanaan sejak 2025 dan memang diproyeksikan untuk direalisasikan pada 2026.

“Perencanaan sudah masuk sejak tahun lalu. Sekarang kita percepat pelaksanaannya agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat,” tegasnya.

BACA JUGA :  Munir: Lampung Tertinggi Perokok

Saat ini, proyek perbaikan telah memasuki proses tender. Bahkan, jadwal pelaksanaan didorong lebih cepat dari rencana semula.“Sekarang sedang proses tender. Yang tadinya dijadwalkan mulai Mei, kita dorong supaya awal April sudah bisa mulai dikerjakan,” jelasnya.

Rawa Pitu dikenal sebagai salah satu sentra produksi padi di Lampung, selain komoditas sawit dan karet. Jalan tersebut menjadi jalur utama distribusi hasil pertanian, khususnya saat musim panen.

BACA JUGA :  Elly Wahyuni Serap Aspirasi Masyarakat Kali Rejo

“Kawasan ini penghasil padi dalam jumlah besar. Kalau jalannya tidak layak, biaya angkut naik dan harga di tingkat petani tertekan. Maka perbaikan jalan ini langsung berdampak pada kesejahteraan,” ujar Mirza.

Perbaikan akan dilakukan bertahap hingga 2027. Tahun ini, sejumlah segmen dibangun dengan konstruksi rigid beton, sementara bagian lain diperkuat lapisan dasar (base) untuk mencegah kendaraan terperosok saat musim hujan.

BACA JUGA :  Pansus Deadline 12 Juli ke DLH dan Rekanan RSUDAM Kembalikan Uang Miliaran Rupiah

“Yang penting konektivitasnya dulu kita pulihkan. Tidak boleh lagi ada kendaraan terjebak lumpur,” tambahnya.
Kehadiran Gubernur disambut antusias warga. Subari, warga Rawa Pitu, mengaku kondisi jalan selama lebih dari 30 tahun sangat menyulitkan aktivitas, terutama saat musim hujan dan kemarau.

“Kami sudah lama menunggu. Jalan ini sangat menentukan penghasilan kami. Alhamdulillah sekarang benar-benar mulai dikerjakan,” ujarnya

addgoogle

Komentar