Bisnis Lampung – Kuota BBM bersubsidi di Provinsi Lampung pada 2026 mengalami penurunan.
Berdasarkan data PT Pertamina (Persero), jatah Pertalite turun dari 784.883.000 liter menjadi 663.420.000 liter atau sekitar 11 persen. Sementara Biosolar ditetapkan sebesar 779.231.000 liter, berkurang sekitar 22,9 juta liter dibandingkan tahun 2025.
Kepala Bidang Energi Dinas ESDM Lampung, Sopian Atiek, menyebut penurunan kuota dipengaruhi realisasi konsumsi 2025 yang belum sepenuhnya terserap, khususnya Pertalite. Pemerintah Provinsi Lampung sebelumnya mengusulkan kenaikan sebesar 15 persen, namun keputusan akhir masih menunggu penetapan resmi dari BPH Migas.
Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Yusnadi, menilai pengurangan kuota tidak boleh semata-mata didasarkan pada angka konsumsi tahun sebelumnya.
“Pengurangan ini tidak boleh sampai merugikan masyarakat kecil, khususnya UMKM, nelayan, dan petani yang sangat bergantung pada BBM subsidi. Jangan sampai hak masyarakat justru terabaikan,” tegasnya, Jumat (20/2/2026).






Komentar