oleh

Giri Akbar Soroti Banjir di Bandar Lampung

Bisnis Lampung – Banjir melanda Kota Bandarlampung pada Sabtu (24/2/2024) menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat dan pelaku usaha di provinsi Lampung.

Menurut catatan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Lampung, kerugian akibat banjir ini mencapai Rp197 miliar.

Ketua HIPMI Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, menjelaskan bahwa kerugian tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari kerugian fisik hingga dampak terhadap laju ekonomi.

BACA JUGA :  DPRD Dukung Pembangunan Masjid Raya, Mingrum Gumay: Tetap Aset Pemprov Lampung dan Dikelola Yayasan

Menurut Anggota Komisi III DPRD Lampung itu, bahwa Bangunan rumah, mesin produksi, dan mini pabrik menjadi korban utama banjir, terutama yang berlokasi di area produksi UMKM. Selain itu, kendaraan yang terendam banjir, usaha hewan ternak seperti ikan, barang elektronik, dan alat rumah tangga juga mengalami kerugian yang signifikan.

addgoogle

Komentar