oleh

Sukmawati Soekarnoputri Pindah Agama, Berikut Alasannya

Bisnislampung.com – Putri presiden pertama RI, Sukmawati Soekarnoputri akan menjalani proses pindah agama dari Islam ke agama Hindu. Rencananya, Sukmawati akan melakukan prosesi ritual pindah agama pada Selasa, 26 Oktober 2021, yang akan diselenggarkan di Balai Agung Singaraja, Buleleng, Bali. Ritual ini dikenal dengan nama upacara Sudhi Wadani.

Anggota DPR RI Arya Wedakarna diberikan kepercayaan untuk menyiapkan prosesi ini. Ia mengatakan, tak hanya keluarga besar Bung Karno, pihaknya juga mengundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan seluruh menteri Kabinet Indonesia Maju.

BACA JUGA :  Hari Anti Korupsi, Kapolri Lantik 44 Eks Pegawai KPK Jadi ASN

Menurut Arya, keputusan Sukmawati untuk berpindah agama telah mendapatkan restu dari keluarga besar Bung Karno. Yaitu Megawati Soekarnoputri, Guntur Soekarnaoputra dan Guruh Soekarnoputra.

Ketiga anak Sukmawati pun telah memberikan izin perihal kepindahaan sang ibu. Yaitu Gusti Pangeran Haryo Paundrakarna Sukmaputra Jiwanegra, Gusti Raden Ayu Putri Suniwati dan Muhammad Putra Perwira Utama. Sukmawati Soekarnoputri memutuskan pindah ke agama Hindu karena ingin kembali ke agama leluhurnya.

BACA JUGA :  Kabar Duka, Eben Gitaris Burgerkill Tutup Usia

“Nenek beliau (Sukrmawati) Nyoman Rai Sirimben asal Singaraja juga seorang Hindu. Jadi beliau juga menginginkan pelaksanaanya tempatnya bukan di Jakarta melainkan di Bali,” ujarnya.

Berdasarkan data Wikipedia, Ia bernama asli Diah Mutiara Sukmawati Sukarnoputri (lahir 26 Oktober 1951) adalah putri dari presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Sukmawati juga merupakan adik dari Megawati Soekarnoputri, mantan Presiden Indonesia.

BACA JUGA :  2 Menteri Akan Kunjungi Persiapan RSD Covid-19 di Lampung

Sukmawati mengawali pendidikan formalnya di Sekolah Rakyat (SR) dan tamat tahun 1964. Ia melanjutkan pendidikannya Akademi Tari di di LPKJ, Jakarta, tahun 1970-1974 hingga kemudian menjadi mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional (HI), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip), Universitas Bung Karno (UBK), Jakarta, sejak tahun 2003. (*)

addgoogle

Komentar