oleh

Wagub Jihan Sentil SPPG: Jangan Main-Main dengan Gizi Anak!

Bisnislampung.com – Wakil Gubernur (Wagub) Lampung, Jihan Nurlela, melontarkan kritik tegas kepada para mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar tidak bekerja asal-asalan dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peringatan itu disampaikan Jihan saat menjadi narasumber utama dalam Talkshow “SPPG Profesional Untuk Indonesia Emas 2045” yang digelar Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) di Ballroom Hotel Radisson, Selasa (19/5/2026).

BACA JUGA :  Gaji ke-13 ASN dan PPPK Pemprov Lampung Cair Awal Juni 2026, Anggaran Capai Rp150 Miliar

Di hadapan peserta, Jihan menekankan bahwa program MBG bukan sekadar proyek pembagian makanan, melainkan program strategis untuk menyelamatkan masa depan generasi Indonesia. Karena itu, ia meminta seluruh mitra Badan Gizi Nasional bekerja profesional dan bertanggung jawab.

“Tidak ada bangsa maju kalau anak-anaknya kelaparan,” tegasnya mengutip arahan Presiden Prabowo Subianto.

Sebagai seorang dokter, Jihan mengingatkan ancaman triple burden of malnutrition seperti stunting, obesitas, hingga kekurangan zat besi masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Menurutnya, kelalaian dalam pengelolaan makanan bergizi bisa berdampak langsung pada kesehatan dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

BACA JUGA :  Pemprov Lampung Siap Kawal Puncak Arus Balik Lebaran 2026 dengan Sinergi dan Layanan Maksimal

Ia juga menyinggung pentingnya standar keamanan pangan di seluruh SPPG. Pemprov Lampung, kata dia, mendorong seluruh penyedia memenuhi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi agar makanan yang diberikan benar-benar sehat, aman, halal, dan berkualitas.

“Jangan sampai program besar ini justru tercoreng karena pelayanan yang tidak profesional,” ujar Jihan.

Program MBG di Lampung sendiri kini menyasar sekitar 2,7 juta penerima manfaat dengan melibatkan petani, BUMDes, hingga pelaku usaha lokal sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah.(*)

BACA JUGA :  Wagub Jihan Kunjungi 2 UPTD Dinas Sosial, Berdialog dan Memonitoring Pelayanan terhadap Penyandang Disabilitas

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *